Biaya Mendaki Gunung

Gak.

Gue gak akan membahas naiknya harga tiket masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) maupun Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Udah banyak yang ngebahas kan dari sudut pandang apa pun yang menurut gue semuanya bener. #lah

Udah, gak mau bahas itu. Jangan paksa akoh! Jangan!

Pagi ini gue mendapat message dari seorang pembaca Jalan Pendaki yang isinya kira-kira begini:

“Kak, naik gunung itu menghabiskan banyak uang atau gak sih? Soalnya saya dari keluarga yang sederhana dan pengen banget mendaki gunung.”

Pertanyaan ini membawa gue ke beberapa tahun silam dimana gue masih menjadi anak SMA yang unyu-unyu. Cuma beberapa tahun silam lho ya. Aku ndak setua itu.

Saat itu, gue udah kebelet banget naik gunung, tapi gak boleh sama bapak ibu atas dasar keamanan. Tapi, feeling gue bilang kalo itu karena bapak ibu gak punya cukup dana untuk menyokong keinginan dan hasrat di jiwa yang muncul dan muncrat meledak-ledak bagai cinta pertama. Apaan sih.

Well, kembali ke masa kini, dan mencoba menjawab pertanyaan dari pembaca tadi, kira-kira, begini lah simulasi biaya mendaki gunung:

1. Biaya tiket masuk gunung sebenernya sangat murah, kayak contoh, sekali masuk TNGGP buat manjat sehari semalem itu cuma Rp7.500 udah plus asuransi. Tiket masuk Rinjani cuma Rp10.000. Malah, beberapa gunung gak ada biaya tiket masuknya. Ini dia yang menyebabkan ribut-ribut naiknya harga tiket masuk beberapa Taman Nasional di Indonesia.

Masa mau liat barang bagus, kok, disuruh bayar lebih ndak mau. Gitu sih kurang lebih.

Dengan harga kayak gini dan jaminan liat lukisan Tuhan tiada tara kayak di lagu “Pelangi Pelangi Alangkah Indahnya” sih, murah pake bingit!

Biaya Mendaki Gunung

 

2. Biaya akomodasi dan transportasi. Nah, ini yang bikin mahal sejatinya. Lokasi menentukan prestasi juga berlaku dimari. Ibaratnya, kenapa TNGGP jadi favorit orang Jakarta, Bogor, Bandung, dan sekitarnya, karena menuju ke sana gak ngabisin banyak biaya. Dengan Rp150.000 aja + siap ngeteng jaya, dikau sudah bisa  menikmati keindahan alam TNGGP. Tapi, menuju TNBTS? Menuju Rinjani? Mungkin perlu ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Tergantung naik apakah dengan kelas apakah.

3. Biaya peralatan dan logistik. Peralatan mendaki gunung juga jadi salah satu hal yang membuat kegiatan ini cukup mahal. Mulai dari keril, sepatu, sendal, sleeping bag, tenda, dan lain lain, dan teman-temannya. Logistik juga cukup mempengaruhi kalau misal kita maunya makan ala restoran di gunung.

Dari sini, silahkan itung-itung sendiri berapa pengeluaran untuk hobby yang-udah-tau-susah-dan-bikin-cape-badan-sendiri-tapi-bikin-nagih-banget ini. 

Mahal?

Gak juga. Bukan babang Acen namanya kalau gak bisa kasih tips and trik buat naik gunung yang murah atau bahkan GRATIS. Mau tau?

1. Jadilah orang menyenangkan sekaligus kere di kesempatan yang sama. Kebetulan, gue anaknya recet dan sering jadi bahan bullian rombongan pendakian gue [antara bangga sekaligus ngeselin, sih], simpel karena gue kadang jadi anak paling kecil, anak baru, anak bawang dengan tingkah paling polos, terutama saat pertama-tama mendaki.

Hasilnya?
Kata-kata sakti macam, “Ah, manjat gak ada elu gak rame, Cen! Ikut dong manjat yang ini dong! Gue bayarin dah~”

Atau, “Cen, temenin gue manjat dong! Ntar gue bayarin, gue tau kok lo gak ada duit…,”
Gimana gue bisa nolak?

2. Pinjem atau sewa semua peralatan manjat. Hampir separuh pengeluaran paling besar dari hobby-sialan-tapi-bikin-nagih ini adalah dari beli-belian peralatan. Dengan mepet temen yang udah punya peralatan komplit, kamu bisa pinjem semua itu. Atau, paling simpelnya nyewa. Udah banyak vendor yang mau nyewain peralatan naik gunung. Kalau mau modal dikit, beli lah gear standar tapi produksi lokal. Kecuali Eiger, harganya dijamin murah. Apalagi second.

3. Khusus buat muka badak ketutup tembok, bisa nebeng sana sini demi mencapai gunung tujuan kamu. Ingat, akomodasi juga salah satu hal yang bikin naik gunung itu jadi mahal. Kalo bisa nebeng pulang pergi, dijamin jadi murah!

4. Nabung. Ini sih tips paling bener. Dengan menabung, dunia ada dalam genggaman kamu. Sisihkan lah sedikit penghasilanmu, baik dikasih ortu atau emang dari kerjaan, buat budgetmu mendaki gunung. Mulai dari Rp50.000-Rp500.000 sebulan. Lalu, mulai lah kamu merancang rencana untuk menaklukan dunia. #lah #ngapajadingayal

5. Kalau menurut kamu, harga tiket masuk Gunung Rp10.000-an itu masih keterlaluan mahal, ada baiknya kamu jadi pendaki ilegal. Manjat lewat jalur gak formal. Resikonya kecil kok, minimal kalo mati, gak bakal ketauan bangkainya. HIH. INI NYINDIR YA, JANGAN DIIKUTIN.

 

Teteup:

Take nothing but pictures.
Leave nothing but footprints.
Kill nothing but time.

Happy mountaineering!

  

Menggawangi Jalan Pendaki. Hidup berselimutkan komedi.

Related Posts

22 Responses
    1. fitrizaromly

      Nanti-nanti kalu mau nulis lagi, di searching dulu dalil Qurannya atau bisa tanya gue, Oom *ihiiiiiir :3

  1. hmmm aku baru sekali naik gunung dan setelah tua kak 😀
    dulu takut mau naik gunung, banyak ga dikasih dengan ortu….
    doakan aku mau naik gunung lagi tahun ini sambil nenteng hermes (pendaki tajir

  2. Bela

    Mantaaab, secara gw takut tinggi dan alergi hawa dingin, jadinya lebih seneng ke laut deh, dari snorkling ke diving, bisa murah juga kok diving, memang lebih mahal dari mendaki gunung, karena kan kita butuh alat bantu pernafasan sama naik kapal, tapi ga beda jauh lah hehe, sebanding sama dunia lain yg kita temui di bawah sana #komen ngelantur

Leave a Reply