Gunung Semeru

Gunung Semeru

Kalau ngobrolin mendaki Gunung Semeru memang gak pernah ada habisnya. Selalu seru untuk diceritakan.

Tapi, tahukah kamu bahwa mendaki gunung berbentuk kerucut yang memiliki puncak bernama Mahameru ini sekarang sangat sudah jauh berbeda dari beberapa tahun lalu?

Gunung Semeru yang kian populer berkat film 5cm pada tahun 2012 silam ini masih termasuk dalam kawasan TNBTS alias Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Berkat film itu juga, pendakian Gunung Semeru semakin berubah dengan banyaknya batasan-batasan khusus, sistem pendakian online yang kian mutakhir, dan persyaratan yang semakin ketat. Mirip pendaftaran CPNS, lah.

Bukan apa-apa, semenjak film 5cm, popularitas Gunung Semeru yang melonjak tajam ternyata diiringi dengan kecelakaan pendakian yang tinggi.

Sejak 4 tahun terakhir, dari 75 kecelakaan pendakian gunung di Indonesia saja, 13 di antaranya terjadi pada pendakian Gunung Semeru.

Makanya, banyak banget perubahan pada tata cara dan persyaratan mendaki Gunung Semeru ini.

baca juga: 7 Perbedaan Gunung Semeru 2012 vs 2019

Pada postingan kali ini, Jalan Pendaki akan berbagi informasi komprehensif buat kamu yang ingin mendaki Gunung Semeru biar gak putar balik karena kurangnya informasi.

Kamu akan menemukan;

  1. Detail Gunung Semeru
  2. Panduan Mendaki Gunung Semeru
  3. Itinerary 3 hari 2 Malam (atau lebih singkat) untuk Pendakian Gunung Semeru
  4. Open Trip Gunung Semeru (khusus untuk kamu yang gak mau repot)
  5. Kumpulan artikel mendaki Gunung Semeru yang sudah eksis di Jalan Pendaki

Disclaimer:

Informasi yang akan dijabarkan diolah berdasarkan pengalaman pribadi penulis (Acen Trisusanto) dan data-data terkini yang tersebar di beragam media online maupun Wikipedia (link dari sumber-sumber tersebut tentu saja akan disertakan)

Detail Gunung Semeru

Sahabat Wikipedia pasti sudah paham betul ya seluk beluk detail Gunung Semeru yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl (meter di atas permukaan laut), sekaligus merupakan gunung tertinggi nomer 4 di Indonesia; tentunya setelah Gunung Cartenz Pyramid (Papua), Gunung Kerinci (Pulau Sumatera), dan Gunung Rinjani (NTB).

Satu hal yang membuat informasi ini berbeda adalah ternyata Gunung Semeru terletak dalam dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Tentu saja, sebagai warga sipil yang mainstream dan tidak berani berbuat nackal seperti membuka jalur pendakian gunung Semeru yang baru misalnya, penulis, aduh kayaknya pakek gua aja ya, beban juga nulis kaku begini, LOL.

Eh tadi sampai mana?

Baik, sebagai warga sipil yang baik, warga Jakarta pula, tentu saja gua lebih paham dan fasih kalau mendaki Gunung Semeru ya cuma lewat Malang aja.

Kalau dari Malang, biasanya menuju basecamp Gunung Semeru punya alur seperti ini: Stasiun Malang/Terminal Bis Arjosari Malang/Bandara Abdul Rachman Saleh Malang – Pasar Tumpang – Basecamp Gunung Semeru di desa Ranu Pani. Kira-kira, begini petanya:

Udah gitu aja, kalau butuh tambahan karena kurang detail, silakan tulis di kolom komentar nanti gua cari lagi.

Panduan Mendaki Gunung Semeru

Pra-Pendakian – Pertama

Seperti yang sudah gua sebutkan pada pembukaan di atas, mendaki Gunung Semeru dulu dan kini sudah jauh banget bedanya. Meski sama-sama pakai sistem kuota dan ada pendaftaran online, kamu perlu memperhatikan alur booking online pendakian Gunung Semeru ini:

alur booking online gunung semeru
alur booking online gunung semeru [sumber: klik pada gambar]
Sudah cukup jelas atau masih harus dijabarin?

Baik, kalau kalian memaksa. Ini gua jabarin ya:

  1. Kamu harus mengunjungi website resmi Booking Online Gunung Semeru (bisa diklik)
  2. Bacalah secara seksama SOP yang sudah tertera di website tersebut. Lengkap banget lho tanpa ada yang ditutup-tutupi, mulai dari; Kuota Pendaki Harian (maksimal 600 pendaki), Tarif dan Pembayaran Karcis Masuk, Tata Cara Pelaksanaan Pendakian, Larangan dan Sanksi, hingga harus menyerahkan bukti check-list, setelah semua dibaca dan dipahami. Lalu akan muncul tombol DAFTAR!
  3. Pilih jadwal pendakianmu. Perlu dicatat; maksimal pendaftaran pendakian Gunung Semeru adalah 3 HARI sebelum keberangkatan. Dengan maksimum 10 orang pendaki (termasuk 1 orang leader yang akan jadi tumbal nama buat ngurus dokumen), serta maksimal pendakian hanya diperbolehkan selama 4 hari 3 malam. Ingat, kamu mau mendaki gunung, bukan syuting film hollywood, jadi gak perlu lama-lama. Lagi pula, tarif simaksi dihitung harian; untuk pendaki lokal tarif karcisnya adalah Rp19.000 (hari biasa) dan Rp24.000 (hari libur), sedangkan untuk pendaki interlokal alias mancanegara, tarif karcisnya seharga Rp210.000 (hari biasa) dan 310.000 (hari libur). Kasian ya, bule.
  4. Mengisi form yang telah disediakan. Biasanya diperlukan KTP dan tanda pengenal lainnya.
  5. Cek kode booking yang dikirimkan melalui email setelah pendaftaran, untuk mendapatkan Virtual Account agar kamu bisa membayar slot yang telah kamu pesan.
  6. Bayar via Virtual Account yang telah kamu dapatkan via email.
  7. Biasanya ketua kelompok alias tumbal nama tadi akan mendapatkan konfirmasi pembayaran, berikan waktu kepada tumbal nama tadi untuk mengeceknya. Lalu…
  8. Jangan lupa mengingatkan ketua kelompok untuk MENCETAK bukti pendaftaran, daftar kelengkapan, dan surat pernyataan yang bisa didapatkan melalui email maupun laman website booking online.

Pra Pendakian – Kedua

Setelah mendapatkan kepastian jadwal pendakian Gunung Semeru dari ketua tumbal, eh maksudnya ketua kelompok, ini saatnya menyiapkan beragam hal yang dimulai dari:

  • Pesan tiket pulang pergi daerah asal – Malang. Karena gua dari Jakarta, biasanya gua naik kereta dari Pasar Senen – Malang. Kalau lagi banyak uang, naik pesawat.
  • Pesan hotel/hostel. Biasanya, untuk pendakian 3 hari 2 malam, berhubung Malang itu jauh, gua akan menyempatkan istirahat sesampainya di Malang, sehari sebelum pendakian dan sehari setelah pendakian. Biar bisa muter-muter Malang sekalian. Karena Malang terlalu sayang untuk dilewatkan. Tuh kan, sama Malang aja sayang, apalagi sama kamu. LOL. Pret. Geli.
  • Persiapkan semua peralatan mendaki gunung yang biasanya kamu pakai. Sesuaikan dengan kebutuhan untuk mendaki Gunung Semeru. Kalau gua, biasanya membawa satu set peralatan mendaki gunung dari Eiger Adventure. Mulai dari tas gunung/carrier/keril, hydropack, sendal-sepatu gunung, kaos dry-fit, celana gunung, hingga headlamp. Review barang-barang dari Eiger Adventure ini menyusul di halaman review yha.

https://www.instagram.com/p/B0NKCteAqTv/

  • Persiapkan diri sendiri dengan mengolah tubuh. Ada banyak seni pengolahan tubuh, debus misalnya. Eh, jangan ding, kita cuma mau mendaki Gunung Semeru, bukan audisi Indonesia Mencari Bakat. Jadi, seperti yang biasa gua sebut-sebut, olahraga sebelum mendaki gunung adalah hal paling krusial yang harus kamu lakukan. Gak perlu olahraga berat seperti mengikuti Full Marathon maupun balet, cukup ringan-ringan saja namun konsisten.
  • Terakhir, siapkan itinerary agar perjalanan kamu tidak ambyar seperti kisah cintamu.

baca juga: 5 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Mendaki Gunung

Pra Pendakian – Ketiga

Itinerary Pendakian Gunung Semeru

Buat kamu yang kebingungan dan belum pernah membuat itinerary pendakian gunung apa pun atau traveling kemana pun, pegangan. Lah.

Ini gua buatin itinerary standar yang bisa diterapkan buat pendakian gunung apa pun. Tapi karena lagi ngebahas Gunung Semeru, tentunya gak jauh-jauh dari situ, ya.

baca juga: Itinerary Pendakian Gunung

 

Itinerary Pendakian Gunung Semeru

01. Hari Pertama

Tiba di Malang;

  • Biasanya, kalau naik kereta dari Jakarta yang keberangkatannya sehari sebelum, akan sampai di Stasiun Malang mulai dari pagi pukul 08.00 sampai siang atau menjelang sore. Tergantung jenis kereta dan jam keberangkatan yang diambil. Saran gua sih, ambil jadwal keberangkatan sore (sekitar pukul 16.00-18.15) agar sampai Malang keesokan harinya (sekitar pukul 08.00-10.00).
  • Sesuai SOP Pendakian Gunung Semeru, yang kini menyertakan waktu lapor (check in) mulai dari pukul 08.00-16.00, disertai keharusan mengikuti briefing/pengarahan oleh petugas TNBTS (sekitar 30 menit – 60 menit), maka gak akan kekejar kalau hari pertama langsung menuju basecamp. Untuk itulah gua menyiapkan hari kosong, alias hari persiapan sebelum memulai rangkaian aktivitas pendakian.
  • Sesampainya di Stasiun Malang, gua akan langsung check in di hostel/hotel yang telah dipesan sebelumnya. Terakhir sih di Woodlot Hostel, Jl. MGR Sugiyopranoto No.3, Kiduldalem, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119. Lokasi tengah kota, mudah dijangkau kemana-mana, serta murah meriah dan unik karena hostel kapsul. Meskipun kepagian, paling gak, bisa nitip barang sembari rebahan di lobby dan menunggu waktu check-in.
  • Tapi ketimbang cuma rebahan, alangkah baiknya kita segera membuat surat keterangan sehat yang bisa didapatkan di puskesmas/klinik terdekat. Iya, gak usah ke RS, mahal. Terakhir, di klinik dekat Woodlot Hostel (bisa cek lokasi melalui Google Maps). Gua bisa mendapatkan surat sehat untuk mendaki Gunung Semeru hanya membayar Rp15.000. Beneran dicek pula kesehatan gua, yaaa paling gak jadi tau, meskipun bawaannya ngegas mulu ternyata gak kena darah tinggi.
  • Setelah check-in dan beberes, waktunya kulineran sambil beli kebutuhan tambahan buat mendaki Gunung Semeru. Kebetulan di daerah hostel ada Ramayana yang cuma tinggal jalan kaki. Kulineran juga lengkap, dekat, dan enak-enak. Seperti Cwie Mie legenda dari Depot Hok Lay, Ayam Goreng Tenes, maupun Bakso President yang bikin deg-degan.
  • Setelah lengkap semua dan tenaga masih banyak, sore menjelang malam bisa jalan-jalan ke Sarinah Mall, nonton orang pacaran di Alun-Alun Kota Malang, bisa ke Pasar Burung Splendid, atau ke Kampung Jodipan juga cuma walking distance. Inilah enaknya kalau sehari sebelum pendakian sudah ada di Malang.
02. Hari Kedua

Rangkaian pendakian hari pertama;

  • Berangkat menuju Pasar Tumpang pukul 08.00, paling siang pukul 09.00. Agar paling gak bisa sampai Pasar Tumpang jam 10.00.
  • Sampai Pasar Tumpang, cari jeep, atau kalau bisa udah dapat kontak jeep sejak dari Jakarta/kota asal, jadi bisa langsung cuss. Estimasi sewa adalah Rp600.000 – Rp800.000 per jeep.
  • Dari Pasar Tumpang usahakan sudah mulai berangkat ke Basecamp Ranu Pani dari pukul 10.00. Estimasi waktu tempuh yang dibutuhkan adalah 2-3 jam. Maka sampai Ranu Pani paling siang pukul 14.00.
  • Setelah sampai, sempatkan makan siang di warung-warung yang sudah menjamur di Ranu Pani, lalu mengikuti briefing.
  • Estimasi paling sore memulai pendaki Gunung Semeru adalah pukul 16.00. Pas banget jatah check-in/check-out harian ditutup.
  • Estimasi pendakian dari basecamp Ranu Pani menuju Ranu Kumbolo sebagai camping ground pertama adalah 4-6 jam dengan pace standar.
  • Rute yang akan dilalui kira-kira begini: Ranu Pani – Landengan Dowo (1,5 jam); Landengan Dowo – Watu Rejeng (1,5 jam); Watu Rejeng – Ranu Kumbolo (2 jam).
  • Medan yang akan dilalui sangat beragam; paving, jalan tanah, hutan, tapi bonusnya banyak. Enak deh. Eh tapi, ada juga sih jalur berbukit kalau gak salah dari Watu Rejeng ke Ranu Kumbolo yang bikin gumoh nanjaknya.
  • Tips: siapkan duit jajan di saku yang mudah dijangkau, hampir tiap pos sepanjang perjalanan menuju Ranu Kumbolo ada warung dengan gorengan nikmat dan buah semangka yang segarnya memikat.
  • Estimasi sampai di Ranu Kumbolo pukul 22.00 paling malam. Usahakan jangan sih, dingin. Gelap pula. Wkwk.
03. Hari Ketiga

Rangkaian pendakian hari kedua (sekaligus separuh awal hari ketiga);

  • Bangun pagi, subuh kalau bisa. Sayang lho, melewatkan sunrise di Ranu Kumbolo. Lalu sarapan.
  • Maksimal pukul 9 pagi melanjutkan perjalanan ke basecamp Kalimati (2.700 mdpl), dibutuhkan sekitar 3-4 jam perjalanan.
  • Rute yang akan dilewati; the femes Tanjakan Cinta, jangan nengok, kalo nengok gak dapet pacar (1/2 jam); Oro-Oro Ombo – Cemoro Kandang (30 menit, tanpa foto-foto, tapi gak mungkin sih); Cemoro Kandang – Jambangan (30 menit, juga gak mungkin, kecuali ngebut banget gak kenal temen); Jambangan – Kalimati (anggaplah 1 jam, biar bisa santai dikit).
  • Medan yang akan ditempuh kebanyakan sabana alias padang rumput luas bertaburkan jalur bonus nikmat, pohon-pohon cemara yang adem, serta bunga-bunga verbena (lavender KW) yang rame banget diributin netijen pegunungan di instagram hampir tiap tahun. Heran, netijen dikit-dikit ribut, ngegas mulu idupnye. Gak sante.
  • Setibanya di Kalimati, mari kita masak dan makan siang serta bersantai dan beristirahat sebanyak-banyaknya. Karena…
  • Pukul 23.00 malam, kita harus bangun untuk persiapan summit attack. Real struggle begins. Ngantuk-ngantuk, tengah malem, dingin-dingin, serem pula, harus berangkat summit persis jam 00.00 agar supaya bisa dapet sunrise, paling gak di perjalanan deh.
  • Dari Kalimati menuju Puncak Mahameru akan menempuh sekitar 4-5 jam perjalanan. Tentunya, dengan medan bukan kaleng-kaleng yang nanjak terus tanpa henti. Jarak dari Kalimati menuju Arcopodo saja bisa 2,5 jam. Berlanjut dari Arcopodo menuju Cemoro Tunggal langsung bablas Puncak Mahameru bisa ditempuh 3-4 jam sendiri. Apalagi jalur pasir ‘melangkah sekali, merosot tiga kali’ nya itu aduh, boleh tidur aja gak di tenda?
04. Hari Keempat

Fakta Gunung Semeru

Table of Contents

Scroll to Top