Malaysia Tourism Hunt 2013: The Perbadanan Putrajaya





“So, this river was made by human?”

“Yes, it was.”

And on the way back to hotel, i just can’t stop Oh My God-ing because it was unbelievable awesome!

***


“Cen, gimana, jadi mau ikut aku main ke KL?” tanya @citrarahman, si empunya blog traveler cilet-cilet ini, kembali mencoba mendapatkan kepastian dari gue.

“Hemm.. kepengen banget sih mas, tapi aku juga masih bingung, kata Sham kita bakalan dapet river cruising GRATIS…,” biasa, gue selalu lemah kalau denger kata gratisan.

“Bentar, gue tanya Sham dulu yak!”

“So, they said you gonna bring us to river cruising, do we have to join?” tanya gue pake bahasa Inggris seadanya. Padahal Sham juga ngerti bahasa Indonesia.

“Yes. Tapi gak harus join. Kalau sudah ada acara, boleh pergi. But, i suggest you to join, it’s worth 350RM.”

Okay, sudah tau dong gue milih yang mana?

***

The Perbadanan Putrajaya adalah salah satu tempat yang menjadi host utama di perhelatan Malaysia Tourism Hunt 2013 yang gue ikutin kemarin. Antara percaya gak percaya, tapi Perbandanan Putrajaya ini adalah pusat pemerintahan Malaysia terkini.
Yang gue paling gak habis pikir adalah adanya sungai yang lebarnya sebelas dua belas sungai Citarum (and i don’t even know where it is, trust me) dan itu adalah BUATAN TANGAN MANUSIA. Gossip yang berhembus bahkan bilang kalau di dasar sungai buatan ini ada karpetnya.
Awesome!

Bukan cuma itu aja, hampir seluruh bangunan-bangunan baru yang dibangun secara megah, mewah, dan mengkilap itu ada di sisi-sisinya. Ada masjid, jembatan gantung, masjid lagi, jembatan gantung lagi, masjid lagi, banyak ye. Membuat sungai itu semakin kokoh jaya membahana persis kayak jambul khatulistiwanya Princess Syahrini.
Take a look!

***
Selain pemandangan pinggir kali yang gue-udah-gak-tau-lagi-harus-bilang-wow-apa-harus-bilang-dong ini bikin gue menganga gak abis-abis, sebenernya gue juga masih punya banyak pemandangan “kota buatan” Perbadanan Putrajaya lainnya yang juga gak kalah bikin menganga sekaligus sirik ngiprik.
Kalau boleh dibilang, gue menghabiskan 4 hari dari 8 hari selama mengikuti Malaysia Tourism Hunt 2013 ini di Perbadanan Putrajaya. Malam terakhir, dihabiskan bersama-sama kontingen ASEAN yang emang baru dipulangin keesokan harinya dengan muter-muter di pinggir kali, naik sampan, sampai naik kapal sejenis ferry demi membelah kali buatan itu dan mengenalnya lebih dekat seperti apa yang terlihat di foto-foto tadi.
Sedangkan hari pertama, dihabiskan dengan muter-muter Perbadanan Putrajaya by sepeda dan juga Bas Persiaran. Kalau di Indonesia kita sebut sebagai Bis Pariwisata.

***
So, is that all?  Buat bikin sirik kamu? 
No lah, jangan sedih… Masih belum kelar! *ketawa setan*
Jadi, setelah jalan-jalan santai, membelah sungai dengan kapal yang (serasa) milik pribadi ini, tentu aja bikin kami capek dong. Lanjut lah kami makan malam di Restoran Hotel Everly tempat kami menginap. Nama restorannya adalah The Fuze. 
Harga makanannya?
Sekali makan di sana bisa buat gue makan seminggu di kosan. Berhubung gratis ya, jangan malu-malu lah ya, sikat aja, yes?

Chicken Chop Bla Bla Bla

Lamb Waw Waw Waw

Spaghetti Oglio de Olio de Milo de Gusto de Gwapo de Dek

Salmon Cikicik Wow Wow
Sembari makan makanan mewah yang gue kunyah imut-imut dan telen dikit-dikit serta potong kecil-kecil demi abadinya makanan ini karena gak setahun sekali yakan gue makan beginian, gue mendatangi Sham dan bang Juned yang lagi ngobrol-ngobrol sama Lily dan Mas Eka.
“Jadi kita pergi ke KL after dinner?” tanya gue, sekaligus ngebenerin ujung sendal jepit yang lepas dari bolongannya.
Sham, bang Juned, Mas Eka, dan Lily mengiyakan sambil cekikikan. Mungkin karena gue terlalu ganteng.
Selanjutnya gue ngeluarin si notty kesayangan gue dan mulai mengetik di whatsapp kepada manusia paling apes versi gue selama Malaysia Tourism Hunt 2013.
“Mas, tadi kita abis river cruising, loh.”
“Iya.”
Jawabannya datar banget. Mungkin doi biasa aja kali ya.
“Trus kita abis dinner makanan mewah nan mahal di The Fuze loh.”
“Hmmm…. iya.”
Masih datar juga? Kita cobain jurus andalan.
“Eh, habis ini kita juga mau pergi ke KL juga loh, karaokean.”
“APPPAAAAAA????????”
Dan gue berlalu dengan puas dan kalem.
si apes traveler cilet-ciler
si ganteng

***

Baca seri ke-tiganya, DISINI!

Menggawangi Jalan Pendaki. Hidup berselimutkan komedi.

Related Posts

29 Responses
  1. Lina Ss

    Perasaan putrajaya biasa aja, kaga oke kaga ada tukang teh botol kelilingnya hahahaha, cari makan warung kecil jg gak ada. Asli lucu banget gaya berceritanya.

  2. kapan kemenparekraf indonesia promosiin indonesia sampe ngundang2 kayak gini ^^ mau. salut sama malaysia 😀 *saatnya promosiin indonesia pake cara sendiri*

  3. cumilebay.com

    Ah makanan nya bikin ngiler, 2x ke putra jaya cuman numpang sholat jum'at dan jemput temen disana. Ternyata cakep2 yaaa jepretan foto nya 🙂

Leave a Reply