Pendaki Gunung dan Phobia Ular

Iya,

Gue pendaki gunung.

Dan iya,

Gue takut ular.  (._. )/|nasib|

Ya udah sik. Sepele. *kemudian
ngibrit*

Jangankan ular, kadal aja gue takut. Jangankan kadal deh, kura-kura Brazil yang agak gedean dikit aja gue takut.

Iya iya, gue emang pendaki gunung yang takut sekali sama reptil dan hewan melata-lata yang suka menjulur-julurkan lidahnya itu.
Ular itu gak ada lucu-lucunya lho menurut gue. Serem! Sisiknya yang mengkilat, matanya yang tajam, dan sifatnya yang kejam itu benar-benar momok buat gue. Gak tau sejak kapan dan kenapa gue bisa takut sama reptil-reptil itu.

Geli aja gitu. Ngeri. HIH.

Saking ngerinya, ada tayangan di tivi yang ada ular-ularnya itu langsung gue ganti.

Dulu pernah, waktu gue masih SMA, gue kan masih tinggal di kampung yang asri dan penuh daerah persawahan. Ala-ala gadis desa yang pemalu, gue pun pergi ke sekolah dengan bersepeda.

Jaka sembung bawa pancing, gak nyambung kambing! *duh, gue becandaannya om-om banget ya?*

Lanjut. Tau sendiri deh ya, sawah kan masih liar gitu. Ada kodok, ada belalang, ada padi, ya iyalah. Nah, pas gue liwat jalanan sawah itu, tiba-tiba secara gak sengaja gue ngelindes ular! BOK! ULAR! ULAR!!

Tapi sejatinya itu cuma bangkai ular yang udah kelindes duluan sama motor atau apalah.

Dan reaksi gue adalah?

Loncat dari sepeda, nyebur sawah, dan kejang-kejang. Hari itu juga gue gak masuk sekolah karena gue penuh lumpur. Lumpur dosa. #End

***
Ada lagi cerita tentang reptil menyebalkan itu. Kali ini bukan ular, tapi kadal. KADAL. HIH! #begidik

Jadi, gue baru saja mendarat dengan damai di kasur kosan gue yang lembut dan menenangkan. Kami saling memadu kasih dan mencurahkan semua kerinduan kami setelah seharian gue meninggalkan kasur tercinta demi mencari nafkah.

Sambil nguwel-nguwel bantal imut kesayangan gue yang penuh bercak iler, gue nyalain tivi pakai remot. Nah, saat tivi menyala dan kaki gue menggesek-gesek tembok demi mencapai orgasme, tiba-tiba dari bawah kasur muncul sesosok kadal di samping kaki gue. Iya, kadal. Kami saling bertatapan. Saling memberi kode.

Kira-kira siapa yang akan menjerit duluan?

AAAAAAAAA!!! AAAAAAAA!!!!
AAAAAAAAAAA!!! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! KADAAALLLL!

KADAL. KADAL!!  DI KASUR GUE!! AAAAAAAAAAAAAA!!!

Dan seperti perempuan sok kecentilan, gue langsung loncat dengan muka pucat lari keluar kamar cuma pake celana dalem doang. Kemudian teriak-teriak meminta pertolongan tetangga kosan buat menyingkirkan kadal brengsek itu.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Gue dan dua tetangga kosan gue yang kesemuanya adalah pria jantan dan gagah berani, jejeritan, pegangan sana sini, cuma demi ngusir kadal unyu yang nangkring di atas kasur gue. Persis cewe-cewe yang lari ngibrit liat kecoa.

Rasanya Kosan Apung Pondok Jejaka kala itu berubah jadi Pondok Perawan. #End

Update: anak lelaki bapak kosan yang hobi miara ular itu kini sudah pindah ke kosan, membawa serta ular-ular piaraan kesayangannya itu.

PINSEN, Lo bakal gue tabok kalau ular lo sampai lepas dari kandang!!! DE-MI TUUUU-HAAAAANNNN!!! *zoom in zoom out*

Disclaimer:
Tulisan ini didedikasikan untuk
seluruh pendaki gunung dan petualang yang takut ular, kadal, reptil, dan sejenisnya. Meskipun hobi kita jantan banget, tapi setiap manusia punya sisi terlemah dan terfeminim dalam dirinya. Ya kayak gini ini nih… #pembelaan.

Bhay!

Menggawangi Jalan Pendaki. Hidup berselimutkan komedi.

Related Posts

27 Responses
  1. venomancer

    sekedar sharing" aja nih, untuk para backpacker ogut punya tips gmn cara menangani atau mengatasi hewan" liar terutama reptile,

    1. biasakan untuk membawa hook (hook adalah alat bantu kita untuk memindahkan atau menghandling ular, nah bentuk hook itu sama dengan bentuk rol cat yang panjang, nah para backpacker bisa mencopot rol'a hingga menjadi besi semua, nah standart hook itu dari 1 meter sampai 3 meter sesuai dengan besar kecilnya ular tersebut)

    2. usahakan agar tidak panik, karena kalau panik detak jantung dan aliran darah semakin cepat berkerja, karena klw darah dan jantung semakin cepat itu akan memudahkan si ular untuk mendektesi kita sebagai mangsanya

    3. bawa tembako roko yg murah aja, beli 2 bungkus dan rendam di air lalu buang airnya, kemudian kita bisa menaburkan ke sekeliling tenda kita, agar mencegah ular masuk ke tenda (ular takut garam itu cuma mitos, karena ular tidak mempunyai pori" yg besar dan ularpun tidak berlendir)

    4. identifikasi ular, ular yg beracun itu mempunyai kepala agak segitiga dan warnanyapun agak cerah atau menarik, ada juga yg tidak segitiga seperti cobra atau king cobra, klw ketemu cobra usahakan tidak melihat ke arah matanya, karena cobra di indonesia bisa menyemburkan bisahnya tersebut, nah klw king cobra tidak bisa menyeburkan bisahnya

    5. usahkan tidak membunuh ular, sebenarnya ular itu takut sama manusia, kenapa ular kelihatan galak klw ketemu manusia, itu adalah sistem pertahanan'a si ular, jadi lebih baik kita tinggalkan si ularnya dan melanjutkan perjalanan ^^.

    okeh sekian dari ogut semoga bisa membantu ^^

  2. jojo2211mdpl

    gwe geli ama cicak, klo kadal masih bolehlah…asal jangan cicak apalagi tokek… waaa mending disuruh keliling gunung 7x daripada sekamar sama tokek… so… manusia gak ada yang sempurna ha ha…

  3. bocah petualang

    Hahahaha, aku ga terlalu takut ular tapi kadang mereka itu suka muncul gitu aja dari semak-semak pas jalan di hutan. Nah itu suka bikin syok dan terkejut bukan kepalang, adrenalin langsung naik 😀

  4. Ini nih.. Pernah baca ini sebelum Oom Acen nyasar ke blog saya.. Tapi saya memang lelaki, jadi kurang bertanggungjawab untuk tidak meninggalkan jejak.. Nanti ketahuan.. #lah

  5. mair ioe

    kocak mas sy bgt itu(pecinta alam tp takut uler), suka bgt dah sm artikel ini. pengen ngilangin phobia sm uler, tp baru tahap awal(liat gambar ) udeh ngacir ga berani lg ngeliat

Leave a Reply