Trip Ekonomis Wisata Kawah Putih dari Jakarta

Kocek tipis tetapi sudah tidak tahan lagi untuk melangkahkan kaki keluar dari rumah dan jalan-jalan? Saya pernah dalam kondisi begitu. Bahkan saya nekat sekali untuk pergi sore itu tanpa tahu harus ke mana. Sampai akhirnya saya medapatkan travel dari Jakarta menuju Bandung dan kemudian baru mendapatkan ide ke mana saya harus pergi.

Setelah bertanya kepada Google ke mana sebaiknya saya pergi di Bandung dan sekitarnya, saya mendapatkan saran untuk pergi ke Kawah Putih di daerah Ciwidey. Berhubung kocek saya pas-pasan, saya harus memutar otak supaya rencana saya bisa dilakukan.

Sesampainya di daerah Dago, Bandung, saya langsung masuk ke salah satu restoran ayam goreng cepat saji 24 jam dan membeli paket murahnya untuk mengisi perut yang sudah keroncongan sejak tadi. Dan ini yang terpenting: menginap gratis! hehehe

Jam 6 pagi keesokan harinya, saya bergegas mencari angkot untuk menuju Ciwidey. Dua kali naik angkot dari Dago — Kalapa — Soreang. Kemudian, dilanjutkan dari Soreang menuju terminal Ciwidey, dan lanjut lagi naik angkot menuju Kawah Putih. Pokoknya naik angkot biar ekonomis.

Hutan di Kawah Putih Ciwidey
Pepohonan yang bikin sejuk

Sesampainya di pintu gerbang Kawah Putih, saya langsung disambut oleh pohon-pohon tinggi menjulang yang membuat saya langsung merasa sejuk. Nah, untuk menuju Kawah Putih, dari pintu gerbang saya naik kendaraan khusus lagi hanya dengan membayar Rp 25.000,- (ongkos PP, sudah termasuk tiket masuk).

Sesampainya di bawah, saya sungguh takjub karena begitu masuk sudah terdapat bangunan semacam terminal dengan desain yang menarik. Selain itu, ada tulisan Kawah Putih yang besar dimana kita bisa berfoto-foto di depannya.

Toilet juga banyak tersedia untuk pengunjung. Selain itu, yang menarik, ketika hendak menuju kawah, kita akan bertemu dengan seorang bapak pemetik kecapi yang semakin membuat syahdu suasana kawah yang dikelilingi pepohonan.

Wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung
Danau Kawah Putih

Sesampainya di area kawah, lebih menakjubkan lagi karena pemandangannya yang luar biasa! Kawah yang dipenuhi air belerang berwarna biru muda hingga hijau. Pohon-pohon yang mengelilinginya serta dinding gunung yang terlihat kokoh dari kejauhan tampak memukau.

Meskipun cahaya Matahari sangat melimpah di sana, hawa dingin masih saja menyelimuti tubuh saya. Tapi itulah yang harus diperhatikan, apabila Anda berkunjung ke sana dan tidak memakai jaket atau menggunakan sunblock, kemungkinan besar kulit Anda akan terbakar tanpa terasa. Jangan lupa juga untuk memakai masker karena bau belerang masih kuat menyengat.

Puas berfoto-foto, saya segera turun dari area kawah dan menuju outdoor area yang berada tepat di seberang Kawah Putih. Berhubung saya belum pernah naik kuda, maka saya mencoba naik kuda. Waktu itu saya hanya dengan membayar Rp 15.000,- saja untuk sekali putaran. Bagaimana rasanya naik di punggung kuda? Pantat saya sakit.

Tapi mungkin saya tidak akan kapok naik kuda lagi suatu saat.

Selain berkuda, ada juga permainan flying fox, yang tentunya langsung saya coba. Untuk permainan ini cukup merogoh kocek Rp10.000,- saja. Meskipun tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu jauh, ber-flying fox selalu membuat jantung saya berdebar tapi juga membuat senyum saya mengembang. Terakhir, karena sudah tersedia kolam air panas, tentu saya tidak akan menyia-nyiakannya untuk merendam kaki saya yang cukup lelah karena bergerak seharian.

Sebenarnya, dekat dari Kawah Putih ada satu tempat yang harus didatangi, yaitu Situ Patenggang. Namun sayang sekali, karena keterbatasan dana dan waktu yang saya miliki, saya memutuskan untuk langsung pulang saja ke Jakarta.

Budget yang saya keluarkan selama perjalanan mengunjungi wisata Kawah Putih Ciwidey ditambah naik kuda dan flying fox itu kurang dari Rp 250.000,- (tahun 2013, mungkin saat ini sudah ada kenaikan)

Nah, kalau kamu tertarik juga untuk mengunjungi wisata Kawah Putih Ciwidey dengan ekonomis ala saya, silahkan dicoba!

Menggawangi Jalan Pendaki. Hidup berselimutkan komedi.

Related Posts

1 Response
  1. Adam Poskitt

    Bagus!!!!!!!! Susan dan aku suka sekali Kawah Putih. I love the cold air especially.

    Aku sendiri pernah naik angkutan umum ke Ciwidey dari Ciumbuleuit. PP naik 7 angkot/bis! Satu hari FULL! Tapi senang. 🙂

Leave a Reply