7 Panduan Mendaki Gunung Masa Kini

Pengen banget mendaki gunung tapi takut ini itu? Takut salah begini begitu? Takut kesurupan?

Jangan takut, babang Acen mau coba kasih sesuatu buat kamu biar bisa memulai pendakian kamu dengan rasa aman, tenang, nyaman, tanpa perlu takut kesurupan, maupun dicap ini itu sama orang lain. Selain itu, biar kamu juga bisa mendapat predikat pendaki gunung terpuji award setiap tahunnya.

Cuss, disimak yuk panduan mendaki gunung masa kini a la babang Acen!

1. Bawa perlengkapan lengkap
Nah, yang pertama ini musti banget, kudu, wajib, HARUS, ditaati oleh semua jamaah pendaki gunung nusantara, mancanegara, atau mancadunia. Alasannya sudah jelas dong, supaya tetap cool, tetap nyaman, aman, dan memenuhi kaidah #SafetyFirst juga.

Perlengkapan lengkap kayak mana sih yang harus dibawa dikala mendaki agar tercipta konspirasi kemakmuran? #halah

Perlengkapannya apa aja bisa dibaca di sini sama sini.

2. Bawa kamera
Aturan yang kedua ini tentunya gak bisa dipungkiri dong. Hari gini kemana-mana gak bawa kamera itu rasanya ada yang kurang. Bisa kurang gaul, kurang update, atau kurang gaya. Bisa jadi kurang uang juga, kayak gue. Entah kamera digital, kamera dslr, even kamera masih VGA dari hape nokia jaman dulu. Atau mito yang lagi ngehits itu.

Gunanya kamera ya buat foto-foto yang pengen difoto sama buat narsis-narsisan agar harmonisisasi alam bisa ikut merasakan kontroversi hati yang bisa menambah konspirasi kemakmuran seseorang. Wes, udahan aja, gak jelas.

3. Mendakilah dalam grup
Pernah nonton film 127 Hours yang dibintangi sama James Franco? Pernah gak? Kalau gak pernah, babang ceritain intinya deh ya. Jadi si James Franco ini adalah seorang petualang yang bertualang sendirian ke Canyon semacam Grand Canyon gitu. Nah, malangnya, doi kejebak di bebatuan dan sampai harus minum pipis dan motong tangannya sendiri.

HIH. Serem banget! Itulah kenapa jangan mendaki sendirian. Selain supaya kita gak nyasar dan terjadi sesuatu hal lain yang bisa membahayakan nyawa kita. Liat tips-nya di sini deh.

4. Izin Buang Air
Percaya atau gak percaya, kita harus izin kalau mau pipis atau poop di semak-semak, di bawah pohon, maupun di dalam hutan. Asal jangan di pinggir jurang, bukannya poop malah nyawa yang keluar.

Izin simpel kayak: “Mbah, bro, sist, ceu, jeng, tante, bla bla, numpang ya… ” itu penting loh. Soalnya kan, istilahnya kita lagi “main” ke “rumah orang” dan numpang buang kotoran. Jadi jangan sampai kita bikin mereka tersinggung. Kalau tersinggung ya… gitu deh.

*Disclaimer: bukan berarti gue nyuruh buat syirik atau musyrik yak. Kepercayaan aja. Kearifan lokal. Kalau menurut ngana minta ijin-nya sama Tuhan masing-masing juga ndak masalah. :3

5. Jangan mandi, sikat gigi, cuci muka, buang air di sumber air!
Nah, ini penting. Aturan ini harus banget ditaati oleh para pendaki gunung baik buat yang newbie lebih-lebih buat yang udah pengalaman. Alasannya jelas kok, sumber air itu digunakan buat air minum dan air masak para pendaki. Buat kita sendiri. Kalo sumber airnya itu ada bahan kimia dari sabun, pembersih muka, sama odol kan berabe. Apalagi kalau ada ee-ngambang…

6. DILARANG memetik bunga EDELWEISS
Apalagi manen.
Dirimu kan bukan orang yang menanam bunga edelweiss, jadi dirimu tidak berhak memetik atau memanen hanya karena buat oleh-oleh dan pembuktian kalau dirimu udah pernah ke gunung a, b, c, d. Seriously, gak cool!

Lagi-lagi gue bilang ini: bunga edelweiss itu gak ada bagus-bagusnya. Bagusan kalau cuma diliatin pas di gunung atau di foto pake macro. Dipetik mah gitu-gitu aja.

Selain itu, kalau tetap maksa ngambil bunga edelweiss, dirimu bisa ditangkep sama ranger gunung setempat dan dihukum loh. Hukumannya gak nanggung-nanggung: balikin itu bunga ke tempat asalnya!

Mau banget habis kaki pengkor terus harus nanjak lagi demi balikin bunga?

Meh.

7. Kenalan Sesama Pendaki
Jangan kaget gitu dong. Kenalan sesama pendaki itu penting banget. SKSD aja sama pendaki di sekitaran kita. Yang deket tenda lah, yang di depan rombongan kita, yang lagi duduk-duduk istirahat.

Kenalan sesama pendaki selain bisa nambah temen, nambah abang adekan ketemu gede, nambah daftar yang bisa buat dimintai tolong, juga bisa nambah calon jodoh di masa depan. Banyak lah di kalangan suami istri yang ternyata kenalnya dari sebuah pendakian. Padahal bukan serombongan.

Gue juga loh, berkat kenalan sesama pendaki, gue sekarang juga…. masih jomblo. (-__-)/|jodoh|

***

Segitu dulu deh ya postingan kali ini. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi panduan ringan buat kamu semua yang mau mendaki gunung.

Ingat….

Take nothing but pictures.
Leave nothing but footprints.
Kill nothing but time.

Happy mountaineering!

Menggawangi Jalan Pendaki. Hidup berselimutkan komedi.

Related Posts

Leave a Reply