Ulasan Jaket Consina Summit Attack Series

Sebuah jaket Consina Summit Attack Series berwarna biru muda agak tua lengkap dengan warna hitam di lengan kanan dan aksen segitiga metalik berjejeran (mungkin maksud desainernya adalah pegunungan), ada di hadapan gua.

Reaksi gua pertama kali menerima jaket Consina Summit Attack Series ini adalah perpaduan antara girang tapi-kok-desainnya-gini-banget-sih.

Namun berhubung selera fesyen gua juga 11-12 kek abang-abang pada umumnya yang-yaudahlahya-kayaknya-ini-bagus-juga-sih yang penting gak telenji aja yakan, perut juga masih sebulet bulan purnama, jadilah gua terima dengan lapang dada dan tetap berbahagia.

Emang murahan aja sih anaknya.

Sebetulnya, demi pendakian Annapurna pertama kali, gua membutuhkan sebuah jaket yang mumpuni, anti air, windproof, anget, dapat diandalkan di segala medan, dapat dipercaya, tak khianat, tak suka selingkuh, mandiri, lah itu jaket apa jodoh elah….

Dan.. jaket Consina Summit Attack Series ini menyediakan kebutuhan gua itu. Terutama syarat terakhir: MURAH.

Nah, kayaknya Consina adalah brand lokal yang menyadari banyaknya sobat misqueen di Indonesia yang butuh peralatan mendaki gunung dengan harga bersahabat tapi tetap kumplit dan gaya.

Dengan harga sekitar 500ribuan, kalo dibandingkan barang sejenis, terutama yang import punya, ya harga segini* sih termasuk murah.

Kembali ke impresi pertama jaket Consina Summit Attack Series,

Namanya juga impresi yakan, tentu saja gua makenya sekilas doang. Waktu di toko sih, pas nyoba-nyoba dulu, begitu pakek… waduh hangatnya sampe ke relung jiwa yang dingin nan kesepian. Sampe gerah banget malah.

Kemudian, waktu gua sampe juga ke Annapurna Basecamp, ealah, ternyata gak jauh beda sama waktu di toko! Anget!

Dan surprisingly not-bad at all lho, bikin gaya juga. Fesyenebel. Desain ngawur yang tadinya bikin gua mengelus kemaluan, ternyata lumayan. Ih, ih, aku suka!

Cuma ya, gak kek di toko banget yang dinginnya buatan ac. Kalau di Annapurna dinginnya uwuwuwu, jadi kadang-kadang suka sripit-sripit gitu masuk ke badan.

Fitur utama jaket Consina Summit Attack Series:

Sebagai sebuah jaket, Consina Summit Attack Series, punya fitur-fitur pada umumnya, yaitu:

  1. Resleting; ya tentu sadja dong. Kalo gak ada resleting terus kena ujan salju ngablag-ngablg masuk angin juga yang make
  2. Saku; selain saku serba luas di sebelah kiri dan kanan yang tentu saja bisa dipake buat menghangatkan tangan, desainer jaket ini secara mengejutkan juga menyelipkan saku di bagian dada, di dalam jaket dan juga di bawah ketek. Yha, di bawah ketek. Di bagian lengan yang berwarna hitam itu. Yha, meskipun masih belum tau buat apa, mari kita apresiasi saja.
  3. Bahan anti-air, yang, menurut contekan dari web tetangga adalah bahan waterproof shell dan inconitex membrane technology. Tah eta lah pokokna. Tapi memang sih, ini jaket mantul juga pas ngadepin gerimis-gerimis kecil maupun hujan salju imut-imut.
  4. Bahan polar di bagian dalam; nah ini penting. Buat para penggiat jaket gunung pasti tau kalau jaket gunung itu brengsek. Ada yang wind & water proof tapi gak anget. Ada yang anget tapi gak anti air dan badai. Ada yang antisemuanya sekaligus anget, harganya anti sobat misqueen. Tapi Consina menjawab semua keresahan netizen dengan summit attack series ini.
  5. Hoodie; tentu saja, seperti sebuah jaket yang baik pada umumnya punya hoodie yang bisa melindungi batok kepala dari terjangan hujan dan umpatan SJW.

Sementara ini, kalau gak salah inget sih, gua baru make jaket Consina Summit Attack Series ini buat mendaki Annapurna aja. Karena ternyata ini jaket juga kata mas-masnya didesain buat kondisi ekstrim.

Tapi memang sih, dengan suhu normal di Indonesia yang paling dingin cuma 15 derajat-an dan paling panas bisa sampe 38 derajat, pake jaket seri ini memang agak berlebihan. Gerah beb.

Last but not least,

Seperti kata bunda Dorce, kesempurnaan hanya milik Allah dan kekurangan adalah miliknya, maka inilah minusnya jaket Consina Summit Attack Series:

  1. TEBEL; perkataan orang bijak nan miskin yang bilang: ada harga ada barang, itu nyata adanya. Ohiya beb, kamu pengen barang anget, anti ini itu tapi murah sekali? Ngimpi! Maka, terimalah satu-satunya minus menyebalkan dari barang ini; tebelnya bikin emosi. Buat gua yang lagi demen-demennya ultralight hiking, jaket ini bikin keril imut Deuter ACT Trail Pro 40 gua jadi cepat gemuk. Huft.
  2. Not That Waterproof; ini udah jadi rahasia umum sih. Jaket apapun kayaknya ya, gua juga punya beberapa jaket lain yang ternyata, kalau udah kena ujan deres banget yang bikin kita bagai kecelup sungai ciliwung, ya nembus-nembus juga. Begitu juga nasib ini jaket. Waktu terakhir ke Annapurna sih, kebetulan ada hujan air gemas yang lalu berubah jadi hujan salju ala kadarnya lho kok lama-lama deres, eh kok rasanya nabok-nabok, eh eh eh byar, basah deh. Kek disirem pompa air shimitsu.
  3. Gua baru sadar… sesaat sebelum bikin #ReviewMantul ini, kalo jaket Consina Summit Attack yang gua pake selama ini adalah… WOMEN SERIES. gblg. :((

Ya udah ah itu aja. Anyway, Happy New Year!

Ringkasan:

Harga: ramah di kantong (terakhir sih, Rp575.000)
Highlight Feature: saku banyak, didesain untuk suhu ekstrim, waterproof, windproof, polar inside
Material: waterproof shell dan inconitex membrane technology, gitu deh
Ketebalan: tebel ih, lumayan ngabisin space keril
Warna: menurut website resminya ada hitam, biru, biru gelap, dan merah

Besok, kalian mau gua mengulas apa lagi?
<<MENGULAS>>

Menggawangi Jalan Pendaki. Hidup berselimutkan komedi.

Related Posts

2 Responses

Leave a Reply